Penelitian

Workshop SPAK-KPK Untuk PAUD Surabaya

Lima orang mahasiswa semester 2 program studi Administrasi Niaga Politeknik NSC Surabaya(Renny, Irfa, Irania, Merita dan Zakky) kembali diminta terlibat sebagai Fasilitator dalam acara Workshop “Guru Antikorupsi, Penggerak Perubahan” bagi 1.000 guru PAUD di Kota Surabaya pada Senin-Selasa (28-29/3) di Surabaya Convention Hall, Jalan Arief Rachman Hakim No. 131-133, Jawa Timur (http://www.kpk.go.id/id/berita/siaran-pers/3345-kpk-bekali-1-000-guru-nilai-antikorupsi).

Acara yang berlangsung dua hari ini merupakan wujud kerjasama antara AIPJ(Australia Indonesia Partnership for Justice, http://www.aipj.or.id/in/anti_corruption) dengan KPK(Komisi Pemberantasan Korupsi), dimana KPK menggandeng Pemerintah Kota Surabaya dalam Sosialisasi program-program pencegahan korupsi sejak dini pada masyarakat.  Dalam acara tersebut, selain paparan mengenai seluk-beluk Korupsi baik dari Humas KPK dan Pakar Hukum UI serta sambutan dari Ibu Walikota kita, diadakan juga Pelatihan Permainan SEMAI(Sembilan Nilai Anti Korupsi) beserta pembagian alat permainan tersebut kepada 1000 guru PAUD dari 31 Kecamatan se-Surabaya. Dibawah koordinasi Komunitas Relawan SPAK(Saya Perempuan Anti Korupsi) Jatim dan Surabaya bersama fasilitator-fasilitator lain dari berbagai Kampus dan Sekolah di Jatim, kelima mahasiswa kita memberikan pelatihan cara menggunakan dan memimpin permainan SEMAI terhadap semua guru PAUD yang diundang. Ada sekitar 12 jenis permainan SEMAI yang menarik yang dilatihkan dalam Workshop ini.

Acara berlangsung seru dan akrab karena hampir seluruhnya yang terlibat adalah kaum perempuan, baik dari peserta, relawan maupun panitia(PNS Pemkot dari BKD, DIKNAS, BKPPM, INFOKOM, dll), bahkan nara sumber. Sebagai penghargaan, seluruh Fasilitator dan penggerak utama SPAK mendapat kesempatan untuk berbincang dan makan malam bersama diGARDEN PALACE HOTEL ditemani Wakil Ketua KPK Ibu Basaria Panjaitan, Humas KPK Ibu Yuyuk Andriati, Wakil AIPJ Ibu Yuni Shah Putri, Pakar Hukum UI sekaligus penggagas permaian SEMAI Bapak Gandjar Laksmana, Wakil dari Pemkot Ibu Umi Kustyowati, beserta undangan lain. Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan mengenai sejauh mana perkembangan minat dan pelaksanaan gerakan anti korupsi di Jatim dan Surabaya khususnya. Komitmen Kampus Politenik NSC Surabaya untuk menjadi Kampus Anti Korupsi juga disampaikan kepada KPK dan AIPJ di sela-sela perbincangan yang akrab dan mendapat sambutan yang hangat dari forum. Diharapkan ke depan Sosialisasi SPAK makin menyebar baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus yang digagas oleh Kampus bersama Koordinator SPAK Surabaya dan Jawa Timur dibawah naungan AIPJ dan KPK.

Jika berminat menjadi Relawan Fasilitator SPAK, rekan-rekan mahasiswa perempuan dapat menghubungi Ketua HMJ Administrasi Niaga sekaligus Koordinator SPAK Kampus Politeknik NSC Surabaya, Renny Anggaini(foto bawah, pertama dari kiri).

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Seminar Hasil Penelitian Dosen

Politeknik NSC Surabaya merupakan Perguruan Tinggi yang terletak di Jl. Basuki Rahmat No. 85 Surabaya, dengan jenjang kuliah Diploma III. Politeknik  NSC sebagai salah satu  perguruan  tinggi yang berorientasi pada pendidikan vokasi tidak akan terlepas dari unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain mengajar dan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penelitian merupakan salah satu tugas yang dilaksanakan oleh para dosen / pengajar pergururan tinggi, Sehubungan program kerja Yayasan Pendidikan Fajar Enesce dalam rangka peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian di Politeknik NSC Surabaya, dengan ini Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik NSC Surabaya mengadakan penelitian yang didanai oleh yayasan pendidikan Fajar enesce.
Adapun judul penelitian adalah sebagai berikut  :
1. Tingkat Kesesuaian Kurikulum 2013 SMK Akomodasi Perhotelan dengan Kurikulum Prodi Perhotelan Politeknik NSC Surabaya, oleh : Yuniawati Ekaningrum SE, M.Sc., dan Mafisa R. S.Pd.
2. Penyelarasan Kurikulum Pendidikan Vokasi (Studi Kasus SMKN 10 dan SMK Adhika Wacana Surabaya) oleh : Dyah W. SH MM
3. Perbandingan Materi Kurikulum KKNI pada Jenjang Pendidikan DIII Jurursan Teknik Komputer dengan kurikulum 2013 SMK Jurusan RPL, oleh : I Kadek Bagus, S.Kom, MM. dan Rudianto ST, M.Cs.
4. Pengaruh Kebutuhan, Tempat, Harga dan Produk Terhadap Minat Kuliah Karyawan di PAKUWON Supermall, oleh : M. Saifuddin, S.Pd., M.SM


Posted by:


M. Saifuddin, S.Pd., M.SM

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Politeknik NSC Surabaya | WORKSHOP KARYA TULIS ILMIAH, MENYIAPKAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH INTERNAL KAMPUS DAN PKM AI & GT DIKTI

Politeknik NSC Surabaya | WORKSHOP KARYA TULIS ILMIAH, MENYIAPKAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH INTERNAL KAMPUS DAN PKM AI & GT DIKTI.

Mahasiswa dalam Perguruan Tinggi memiliki peran sentral, oleh karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Politeknik NSC Surabaya untuk dapat mencetak lulusan yang berkualitas dan dapat berkiprah di di tingkat nasional. Pusat penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik NSC Surabaya memiliki komitmen tinggi untuk memfasilitasi tumbuh kembangnya aktivitas penelitian mahasiswa.

Kualitas kegiatan ilmiah mahasiswa harus ditingkatan secara optimal dan terus-menerus sehingga perlu memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Berdasarkan hal ini, upaya dan langkah nyata dalam bentuk pengayaan wawasan ilmiah, kontinyuitas pembinaan budaya akademik, peningkatan dan pengembangan yang berkelanjutan, serta  komitmen berkarya dan berprestasi ilmiah perlu disadari dan dilakukan oleh semua pihak, khususnya mereka yang memang mempunyai jiwa dan ruh keilmuwan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Evaluasi Kinerja Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi

Memperhatikan surat Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor: 2115/E5.1/PE/2013 tanggal 9 Juli 2013, perihal rekapitulasi hasil evaluasi kinerja lembaga penelitian perguruan tinggi, kami sampaikan dengan hormat bahwa kinerja lembaga penelitian perguruan tinggi dievaluasi setiap tiga tahun sekali, maka data kinerja perguruan tinggi Saudara menjadi sangat penting karena akan menjadi dasar pengelompokan perguruan tinggi dalam kebijakan desentralisasi penelitian yaitu kelompok penelitian mandiri, utama, madya dan binaan.

Agar lembaga penelitian perguruan tinggi Saudara memiliki kinerja yang lebih baik dari tiga tahun sebelumnya, kami mohon dengan hormat proses penyampaian data kinerja lembaga penelitian secara online lebih diintensifkan karena akan ditutup pada tanggal 23 Juli 2013.

Perlu kami sampaikan bahwa bagi perguruan tinggi yang tidak mengisi kinerja lembaga penelitian perguruan tinggi, tidak akan memiliki status pengelompokan penelitian sebagaimana tersebut di atas dan tidak memiliki alokasi dana desentralisasi penelitian.

Demikian atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Koordinator,

Ttd

Prof. Dr. H. Sugijanto, MS., Apt.
NIP 195406211980021001

Tembusan:
Direktur Litabmas Ditjen Dikti Kemdikbud

 Surat Edaran : 1271/K7/KL/2013 ; Tanggal : 19/07/2013 ; Perihal : Evaluasi Kinerja Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi

Peta PTS

peta PTS ISO 9001:2008

Media Informasi
Link
Peta Kopertis VII
Statistik Pengunjung
  •  

    00571933
    Pengunjung hari ini : 235
    Total pengunjung : 571933
    Hits hari ini : 238
    Pengunjung Online : 232563
Best View On :
Evaluasi Kinerja Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi
By Admin on July 19, 2013

Nomor : 1271/K7/KL/2013 Tanggal : 19 Juli 2013
Hal : Evaluasi Kinerja Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi

Yth. Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Swasta
Dilingkungan Kopertis Wilayah VII
Jawa Timur.

Memperhatikan surat Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor: 2115/E5.1/PE/2013 tanggal 9 Juli 2013, perihal rekapitulasi hasil evaluasi kinerja lembaga penelitian perguruan tinggi, kami sampaikan dengan hormat bahwa kinerja lembaga penelitian perguruan tinggi dievaluasi setiap tiga tahun sekali, maka data kinerja perguruan tinggi Saudara menjadi sangat penting karena akan menjadi dasar pengelompokan perguruan tinggi dalam kebijakan desentralisasi penelitian yaitu kelompok penelitian mandiri, utama, madya dan binaan.

Agar lembaga penelitian perguruan tinggi Saudara memiliki kinerja yang lebih baik dari tiga tahun sebelumnya, kami mohon dengan hormat proses penyampaian data kinerja lembaga penelitian secara online lebih diintensifkan karena akan ditutup pada tanggal 23 Juli 2013.

Perlu kami sampaikan bahwa bagi perguruan tinggi yang tidak mengisi kinerja lembaga penelitian perguruan tinggi, tidak akan memiliki status pengelompokan penelitian sebagaimana tersebut di atas dan tidak memiliki alokasi dana desentralisasi penelitian.

Demikian atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Koordinator,

Ttd

Prof. Dr. H. Sugijanto, MS., Apt.
NIP 195406211980021001

Tembusan:
Direktur Litabmas Ditjen Dikti Kemdikbud

 Surat Edaran : 1271/K7/KL/2013 ; Tanggal : 19/07/2013 ; Perihal : Evaluasi Kinerja Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pelaksanaan Desk Evaluation dan Pembahasan Proposal Penelitian Program Desentralisasi klaster Mandiri, Utama dan Madya Tahun 2013

Yth.
1. Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
2. Koordinator Kopertis Wilayah I s/d XII
di Seluruh Indonesia


Menyusuli surat kami Nomor 1686/E5.2/PL/2013 tanggal 11 Juni 2013, tentang Penerimaan proposal penelitian program Desentralisasi dan Kompetitif Nasional tahun 2013 untuk pendanaan 2014, bersama ini kami mengingatkan kembali beberapa hal sebagai berikut:

1. pelaksanaan desk evaluation dan pembahasan proposal penelitian Program Desentralisasi klaster Mandiri, Utama dan Madya harus sudah diselesaikan paling lambat tanggal 31 Juli 2013;
2. data penilaian desk evaluation dan pembahasan harus dimasukkan ke SIM-LITABMAS sebagaimana panduan terlampir;
3. dalam pelaksanaan desk evaluation dan pembahasan dapat dilakukan oleh reviewer internal perguruan tinggi, reviewer dari perguruan tinggi lain, atau reviewer nasional yang telah terdaftar di SIM-LITABMAS;
4. perguruan tinggi yang tidak memproses desk evaluation dan pembahasan proposal penelitian Program Desentralisasi tidak akan disertakan dalam penentuan penerima hibah penelitian Program Desentralisasi (proposal baru) tahun pendanaan 2014.

Demikian untuk diketahui, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,
ttd
Agus Subekti
NIP 196008011984031002

Lampiran File:
Surat pengumuman desk dan pembahasan klater Mandiri Utama Madya
Panduan_Tahapan_Seleksi_dan_Penentuan_Pemenang_Penelitian_Desentralisasi_2013

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-21 Tahun 2013

LKIG adalah lomba kreativitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran bagi para peserta didik.
Persyaratan
  1. Peserta adalah guru yang mengajar pada lembaga pendidikan formal.
  2. Belum pernah menjadi pemenang LKIG dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
  3. Sistematika Penulisan : Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Isi/Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka.
  4. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik HVS A4, berjarak 1½ spasi dengan jenis huruf Arial ukuran 11.
  5. Karya ilmiah harus asli (bukan jiplakan/plagiat) dan belum sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis tingkat nasional.
  6. Jumlah halaman karya ilmiah maksimal 25 halaman (termasuk sketsa/gambar/foto).
  7. Melampirkan rekomendasi Kepala Sekolah dan Daftar Riwayat Hidup (nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat rumah dan sekolah/instansi, telepon/HP, serta email).
  8. Format judul, abstrak, surat rekomendasi dan daftar riwayat hidup dapat diunduh melalui situs LKIG 2013 http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
  9. Peserta mendaftar dan mengunggah karya tulis melalui situs http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
  10. Karya ilmiah dikirimkan secara elektronik diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 21 Agustus 2013.
  11. Panduan dan informasi lomba dapat dilihat melalui situs LKIG 2013.
  12. Pengumuman finalis dapat dilihat melalui situs LKIG 2013 pada tanggal 18 September 2013.
  13. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
Bidang Lomba
  • Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
  • Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATEK)
Semoga Sukses!
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Warga Indonesia Rata-Rata Menghabiskan Rp 2 Juta Untuk Perayaan Lebaran

 
Ipsos, sebuah perusahaan riset pasar, baru-baru ini mengumumkan hasil survei Asiabus terhadap 1040 orang di rentang usia 15-64 tahun yang berdomisili di kota-kota besar, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan.

Berdasarkan riset tersebut ditemukan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menghabiskan dana hingga Rp 2 juta untuk keperluan Hari Raya Lebaran. Jika ditilik dari kota-per-kota, 52% warga Jakarta tergolong yang menghabiskan dana sampai Rp 2 juta, dan 19% menghabiskan dana di bawah Rp 1 juta, sedangkan sisanya menghabiskan dana di atas Rp 2 juta. 

Sementara itu, warga Surabaya sebanyak 34% menghabiskan dana Rp 2 juta dan 36%-nya menghabiskan dana di bawah Rp 1 juta. Lalu, 45% warga Medan cenderung mengeluarkan biaya hingga Rp 2 juta, dan 29%-nya di bawah Rp 1 juta Rupiah. Sedangkan warga Bandung, justru hanya 21% yang menghabiskan biaya sampai Rp 2 juta, sedangkan mayoritas 63%-nya di bawah Rp 1 juta.

Untuk warga kota Jakarta, Medan, dan Surabaya, tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji merupakan dua sumber dana yang biasa mereka digunakan untuk perayaan Lebaran. Selain itu, seumber dana lain juga diperoleh dari keuntungan usaha, tabungan, pemberian keluarga, bonus dan paling sedikit dari investasi. Dibandingkan warga kota lainnya, warga Bandung justru mayoritas lebih mengandalkan keuntungan usaha dibandingkan THR sebagai sumber dana utama untuk merayakan Lebaran.

Untuk apa sajakah dana tersebut dihabiskan? Dari survei ini diketahui bahwa sebagian besar (92%) menjawab dana tersebut hendak digunakan untuk membeli makanan dan minuman; 77% untuk belanja baju, elektronik dan oleh-oleh; 72% untuk sanak saudara; dan 67% untuk zakat. Konsumsi lainnya, antara lain untuk bersantai (58%), bepergian (50%), sedekah (35%), dan hanya sedikit yang menjawab untuk penginapan dan ditabung.
Hal menarik lain dari survei ini menunjukkan bahwa separuh lebih (58%) warga Indonesia yang diwakili oleh keempat kota besar tersebut, merayakan Lebaran di kota domisili atau dimana mereka tinggal, dan sisanya (42%) mudik ke kampung halaman. Sedangkan warga yang paling banyak merencanakan mudik antara lain warga Surabaya (62%), disusul warga Bandung (38%), warga Jakarta (36%), dan warga Medan (24%). 

Jika ditilik dari status sosial ekonomi, secara keseluruhan, SEC (Social Economy Classification) E termasuk dalam kategori yang paling banyak mudik (52%). Baik yang berada di dalam kota maupun yang mudik ke kampung halaman, aktivitas yang dilakukan kebanyakan adalah mengunjungi sanak saudara dan handai taulan (85%), serta menerima mereka di rumahnya (70%). Disusul dengan beristirahat di rumah (53%), pergi ke tempat hiburan (41%), dan pergi ke pusat perbelanjaan (36%).

Lalu bagaimana warga yang tidak merayakan Lebaran di empat kota besar ini menghabiskan waktu libur Lebaran? Sebanyak 73% menyatakan beristirahat di rumah, 56% mengunjungi sanak-saudara dan handai taulan, 38% mengunjungi pusat perbelanjaan, 31% menerima sanak saudara dan handai taulan di rumahnya, dan 19% bepergian ke tempat rekreasi.

sumber : mix

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Plagiarisme dan self plagiarisme

MenurutPermendiknas(No. 17/2010):
Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.
Plagiat meliputi tetapi tidak terbatas pada:
(1)mengacu dan/atau mengutip istilah, katakata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai;
(2)mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, katakatadan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai;
  (3)menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai; 
   (4)merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri dari sumber kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai; 
 (5)menyerahkan suatu karya ilmiahyang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai.
 
SELF-PLAGIARISM
> Self-plagiarism (penjiplakan terhadap karya sendiri) tidak tercantum dalam Permendiknas ini mungkin karena masalah ini masih dianggap kontroversial, masih ada hal-hal yang mengundang perbedaan pendapat, akan tetapi sebetulnya sudah ada beberapa hal yang cenderung disepakati.
Yang jelas, penjiplakan terhadap karya sendiri juga dianggap sebagai pelanggaran kode etik penulisan karya ilmiah (self-plagiarism is plagiarism)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Metodologi Survei Top Brand for Kids & Teens

Tahun 2013 merupakan tahun ketujuh diselenggarakannya survei Top Brand Kids & Teens. Survei ini melibatkan 2.500 responden di 5 kota besar,  yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan.
Survei Top Brand Kids & Teens ditargetkan mulai dari produk-produk balita, anak-anak, dan remaja. Hampir semua produk mulai dari makanan dan minuman, perlengkapan dan perawatan pribadi, obat-obatan, perlengkapan sekolah, media cetak, telekomunikasi, hingga media cetak telah diikutkan dalam survei. Kategori yang disurvei hampir mencapai 129 kategori dengan menyertakan lebih dari 250 merek top.
Adapun kriteria respondennya adalah:
  • responden anak adalah anak laki-laki maupun perempuan yang berusia 8–12 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar kelas III sampai kelas VI. Jumlah sampel sebanyak 500 responden anak;
  • responden ibu adalah wanita berusia 21–50 tahun yang memiliki anak berusia 0–4 tahun atau memiliki anak berusia 5–12 tahun yang tinggal bersama dalam satu rumah dan masih duduk di bangku sekolah TK atau sekolah dasar. Jumlah sampel ibu sebanyak 1.000 responden;
  • responden remaja adalah laki-laki ataupun perempuan yang berusia 13–18 tahun, atau sedang duduk di bangku SMP atau SMA.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Pengumpulan data di lapangan dilakukan pada Februari–Maret 2013, dengan menggunakan kuesioner terstruktur.
Analytical framework dari Top Brand for Kids & Teens diadopsi dari konsep Top Brand, yaitu merek yang “top” diukur dari tiga komponen: top of mind awareness (yaitu didasarkan atas merek yang pertama kali disebut oleh responden ketika kategori produk disebutkan); last used (yaitu didasarkan atas merek yang terakhir kali digunakan/dikonsumsi oleh responden dalam 1 re-purchase cycle); dan future intention (yaitu didasarkan atas merek yang ingin digunakan/dikonsumsi di masa mendatang).
 
Pada Top Brand Kids, ketiga komponen tersebut masing-masing diukur di panel anak dan ibu. Anak diikutkan sebagai responden, karena posisi anak cukup dominan sebagai influencer, yaitu memengaruhi pembelian, sebagai desicion maker yang mampu melakukan pembelian sendiri dan future market, yaitu merupakan pembeli-pembeli di masa mendatang.
 
Nilai tiap-tiap parameter baik top of mind, last usage, dan future intention untuk sebuah merek di dalam kategori produk tertentu diperoleh dengan cara menghitung persentase frekuensi merek tersebut relatif terhadap frekuensi keseluruhan merek. Top Brand Index (TBI) selanjutnya diperoleh dengan cara menghitung rata-rata terbobot masing-masing parameter.
Top Brand Kids & Teens Award diberikan kepada merek-merek di dalam kategori produk tertentu yang memenuhi dua kriteria, yaitu:
  • merek-merek yang memperoleh Top Brand Index minimum sebesar 10%, dan;
  • merek-merek yang menurut hasil survei berada dalam posisi top three di dalam kategori produknya.
Kedua kriteria ini harus dipenuhi oleh sebuah merek agar berhak menyandang predikat “Top Brand”. Dengan adanya dua kriteria ini, maka dalam satu kategori produk tidak tertutup kemungkinan terdapat lebih dari satu merek—maksimal tiga merek—yang meraih predikat Top Brand.
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pengunggahan proposal Penelitian Program Desentralsiasi dan Kompetitif Nasional

Yth.
1. Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
2. Koordinator Kopertis Wilayah I s/d XII
di
Seluruh Indonesia
Menindaklanjuti surat kami Nomor 1117/E5.2/PL/2013 tanggal 25 April 2013, tentang Pengusulan Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, bersama ini kami informasikan hal-hal sebagai berikut:
1. pengunggahan proposal Penelitian Program Desentralsiasi dan Kompetitif Nasional untuk pendanaan tahun 2014 diperpanjangan sampai dengan 25 Juni 2013;
2. desk evaluation proposal Program Penelitian Desentralisasi Klaster Mandiri, Utama dan Madya dilaksanakan oleh masing-masing perguruan tinggi dan dijadwal pada Minggu ke-2 Juli 2013;
3. seminar usulan/desk evaluation (Pembahasan) proposal Program Penelitian Desentralisasi Klaster Mandiri, Utama dan Madya dilaksanakan oleh masing-masing perguruan tinggi dan dijadwalkan pada minggu ke-3 Juli 2013;
4. pengelolaan proposal khusus Klaster Binaan dan Penelitian Program Kompetitif Nasional akan dilaksanakan oleh Ditlitabmas Ditjen Dikti.
Demikian untuk diketahui, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,
Ttd
Agus Subekti
NIP 196008011984031002
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail