April 2013

PEMBERDAYAAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF BAGI MASYARAKAT MISKIN DI KOTA YOGYAKARTA

contoh proposal pengabdian masyarakat UNY

Pemberdayaan merupakan suatu konsep untuk memberikan tanggungjawab yang lebih besar kepada orang-orang tentang bagaimana melakukan pekerjaan. Pemberdayaan akan berhasil jika dilakukan oleh pengusaha, pemimpin dan kelompok yang dilakukan secara terstruktur dengan membangun budaya kerja yang baik. Konsep pemberdayaan terkait dengan pengertian pembangunan masyatakat dan pembangunan yang bertumpu pada masyarakat.
Program-program pemberdayaan sumberdaya manusia telah dilakukan pemerintah. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan Indonesia yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya, maka pembangunan harus merupakan perubahan sosial yang tidak hanya terjadi pada taraf kehidupan masyarakat belaka tetapi juga pada peranan unsur-unsur didalamnya.
Pembangunan menempatkan manusia sebagai subyek pembangunan. Pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan menjadi komitmen bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Kemiskinan merupakan masalah pembangunan kesejahteraan sosial yang berkaitan dengan berbagai bidang pembangunan lainnya yang ditandai oleh pengangguran, keterbelakangan, dan  ketidakberdayaan. Oleh karena itu, kemiskinan terutama yang diderita oleh kaum miskin merupakan masalah pokok nasional yang penanggulanggannya tidak dapat ditunda lagi dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial.  Penanganan kaum miskin tidaklah mudah, karena kaum miskin telah mengalami masalah kemiskinan yang berlangsung lama. Kaum miskin mengalami keterbatasan dalam hal pendidikan, keterampilan, sarana usaha serta modal usaha. Tawaran kredit UMKM dari pengusaha dan perbankan sulit diakses oleh kaum miskin, karena keterbatasan kemampuan dan asset yang dimiliki. Pemerintah dalam hal ini dinas sosial berusaha menemukan pola yang efektif
agar kaum miskin dapat memperoleh akses modal usaha tanpa agunan dengan tetap mendorong tanggungjawab bersama melalui pola terpadu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Program Mahasiswa Mandiri (PMW)

Untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengembangkan berbagai kebijakan dan program. Salah satu program yang telah dikembangkan adalah program Co-op (Cooperative Education Program) sejak tahun 1998. 
Kemudian, dengan tujuan untuk membentuk wirausaha melalui pendidikan tinggi, mulai tahun 2003 dikembangkan program Co-op yang memberikan kesempatan belajar bekerja secara terpadu pada UKM.
Kebijakan dan program penguatan kelembagaan yang mendorong peningkatan aktivitas berwirausaha dan percepatan pertumbuhan wirausaha–wirausaha baru dengan basis Ipteks sangat diperlukan. Atas dasar pemikiran tersebut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan Program Mahasiswa Wirausaha PMW. 
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha dan memulai usaha dengan basis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan permodalan dan pendampingan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan.
I.    Sistematika Usulan Kegiatan PMW 

Sampul Proposal Business Plan
Lembar Halaman Pengesahan
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar

A. Judul Kegiatan Usaha
Singkat, spesifik, dan jelas sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kegiatan PMW yang diusulkan lengkap dengan lokasi usahanya.
 

B. Latar Belakang
Mendeskripsikan alasan memilih usaha tersebut, kondisi persaingan usaha, masih terbukanya peluang usaha serta prospek usaha di masa yang akan datang. Kemukakan juga hal-hal yang mendorong dilakukan kegiatan usaha tersebut dan uraikan proses dalam mengidentifikasi peluang usaha.
 
C.  Diskripsi Produk
Mendiskripsikan karakteristik keunikan produk, ciri-ciri dan orisinalitas produk sebagai luaran usaha yang mendasarkan diri kepada IPTEKS. Bila sudah ada produk sejenis, keunikan dan keunggulan produk perlu dikemukakan.
 
D. Analisis Persaingan dan Target Pasar
Mendiskripsikan segmen pasar yang akan dituju, serta resiko kompetisi dari produk komplementer dan substitusi terhadap usaha yang akan dilakukan. Dapat pula digambarkan mengenai perspektif masa depan usaha/produk, analisis persaingan serta ramalan tentang usaha/produk yang dihasilkan.
 
E. Aspek Mekanisme Operasional Produk
Mendiskripsikan metode, cara atau proses yang menghasilkan produk yang ditawarkan pada usaha. Karakteristik proses produksi tenaga kerja, peralatan perlu dijelaskan. Faktor-faktor produksi yang telah ada dan siap dipakai di dalam proses perlu pula diutarakan. Di sini dapat juga dicantumkan jumlah dan jenis mesin yang digunakan, kapasitas produksi, rata-rata jumlah produksi, sumber bahan baku, kualitas dan kuantitas bahan baku, dan manajemen persediaan.
 
F. Aspek Rencana Pemasaran Produk
Mendiskripsikan target-target pemasaran, fokus yang dituju, skala pemasaran yang direncanakan serta besaran margin usaha yang diharapkan. Disini juga dijelaskan sistem distribusi, penetapan harga produk, promosi yang akan dilakukan, konsumen sasaran, wilayah pemasaran, pengembangan produk serta rata-rata penjualan.
 
G. Aspek Rencana Anggaran dan Keuangan
Mendiskripsikan indikator kelayakan usaha rencana penggunaan anggaran serta pelaporan perkembangan usaha dan arus kas. Sertakan juga gambaran dari perencanaan permodalan, neraca permulaan usaha, proyeksi aliran kas, analisis titik impas (BEP) serta sumber permodalan, dan alokasi penggunaan.
 
H. Analisa SWOT
Mendiskripsikan Kekuatan dan Kelemahan usaha yang diusulkan serta Peluang dan Ancaman yang akan dihadapi usaha yang diusulkan.
 
I. Jadwal Kegiatan
Buatlah jadwal kegiatan PKM secara rinci, meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan dalam bentuk Bar-chart. Bar-chart memberikan rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Untuk menghindari keterikatan waktu pelaksanaan dengan periode waktu tertentu, usahakan tidak menggunakan nama bulan secara eksplisit dalam penjadwalan rencana kegiatan. Sebagai contoh, untuk menggambarkan urutan waktu pelaksanaan, gunakan kata “bulan ke-1, “bulan ke-2”, dan seterusnya, bukan bulan Maret, bulan April, dan seterusnya.
 
J.    Lampiran
a.    Biodata ketua serta anggota kelompok
b.    Kesepakatan kelompok dengan bentuk persekutuan perdata (Lampiran 3)
c.    Kesanggupan semua peserta untuk mengikuti seluruh kegiatan (Lampiran 4)

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

E-Journal

Publikasi ilmiah adalah sistem publikasi yang dilakukan berdasarkan peer review dalam rangka untuk mencapai tingkat obyektivitas setinggi mungkin. Sistem ini, bervariasi tergantung bidang masing-masing, dan selalu berubah, meskipun seringkali secara perlahan. Sebagian besar karya akademis diterbitkan dalam jurnal ilmiah atau dalam bentuk buku. Publikasi menjadi sangat penting dalam mendiseminasikan hasil penelitian. Meskipun hasil penelitian diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, secara umum manfaat secara langsung belum bisa dirasakan.
       Publikasi ilmiah saat ini sedang mengalami perubahan yang besar, yang muncul akibat transisi dari format penerbitan cetak ke arah format elektronik, yang memiliki model bisnis berbeda dengan pola sebelumnya. Tren umum yang berjalan sekarang, akses terhadap jurnal ilmiah secara elektronik disediakan secara terbuka. Hal ini berarti semakin banyak publikasi ilmiah yang dapat diakses secara gratis melalui internet, baik yang disediakan oleh pihak penerbit jurnal, instansi maupun yang disediakan oleh para penulis.
       Sistem Layanan Elektronik atau E-layanan merupakan satu aplikasi terkemuka memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Salah satu dari layanan tersebut adalah E-Journal. E-Journal adalah publikasi ilmiah dalam format elektronik dan mempunyai ISSN (International Standard Serial Number). Saat ini format E-Journal mulai banyak diminati karena adanya pergeseran pola dan kebiasaan membaca dokumen elektronik/digital. Kemudahan dan kecepatan akses terhadap informasi terutama hasil-hasil penelitian dan kajian ilmiah. Adapun manfaat E-Journal yaitu :
Bagi Pengelola :
• Proses penerbitan cepat
• Biaya penerbitan dan pengelolaan murah
• Distribusi cepat, murah, dan jangkauan luas (dunia)
Bagi Penulis :
• Diseminasi tulisan cepat
• Lebih banyak orang yang membaca tulisan

Sedangkan tujuan dari E-Journal ini adalah Menyediakan layanan dan akses global sumber informasi bagi ilmuwan dan peneliti, mendorong karya tulis ilmiah yang makin bermutu, menghindarkan duplikasi & plagiarisme penelitian/karya ilmiah dan memperlihatkan kompetensi pakar/beserta karyanya. 

e-Journal ini adalah kumpulan jurnal ilmiah tanah air. Bertujuan sebagai media diseminasi artikel ilmiah yang dapat diakses luas oleh publik. Diharapkan menjadi kontribusi positif bagi keilmuan di Indonesia.

1. Informatika :
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/inf 
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/tik

 2. Manajemen dan bisnis :
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/man

3. Administrasi
http://ejournalfia.ub.ac.id/index.php/profit/issue/current
http://journal.unpar.ac.id/index.php/JABCebis

4. Perhotelan
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/hot

5. Akuntansi :
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/aku

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

INDOFOOD RISET NUGRAHA 2013-2014

Program penghargaan bagi peneliti unggul bidang penganekaragaman pangan.

PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. tahun ini membuka kesempatan bagi Mahasiswa dan Dosen dari semua jurusan untuk memperoleh bantuan dana penelitian dalam program INDOFOOD RISET NUGRAHA 2013-2014 dengan tema: “Penganekaragaman Pangan Melalui Pemanfaatan Aneka Tepung Komposit Dengan Memaksimalkan Komoditas Lokal”.
Keterangan lengkap:
Sekretariat:
Indofood Riset Nugraha
PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
Corporate Communication Division
Sudirman Plaza Indofood Tower, Lantai 25
Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78
Jakarta 12910
Telp : (021) 57958822 extn. 1185
Fax : (021) 57937466
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Lomba Desain Alas Kaki Tingkat Nasional 2013

LATAR BELAKANG :
Indonesia adalah Negara yang terdiri dari lautan dan sering juga disebut sebagai Negara Bahari, tidak heran jika nenek moyang bangsa Indonesia disebut sebagai pelaut karena sebagian besar atau kurang lebih 70% wilayah Indonesia adalah lautan.
Keindahan lautan Indonesia sangatlah memukau, manakala kita menerawang kedalam perairan laut dangkal kita dapat menikmati beberapa mahluk hidup dan tumbuh-tumbuhanan yang ada didalamnya seperti ikan, rumput laut  dan untaian terumbu karang lainnya. Oleh sebab itu Balai Pengembangan Industri Persepatuan (BPIPI) mengeksplorasi keindahan alam bawah laut dalam Lomba Desain Alas Kaki dengan Tema “DEEP OCEAN”.
Lomba desain alas kaki yang diselenggarakan oleh BPIPI merupakan program yang diadakan setiap tahun dalam skala Nasional yang melibatkan peserta dari seluruh penjuru daerah di Indonesia, meliputi usaha kecil menengah di bidang alas kaki, mahasiswa, pelajar serta masyarakat praktisi alas kaki dan desain produk.

KATEGORI :
Lomba desain alas kaki BPIPI ini terdiri dari 4 kategori, yaitu :
  1. Alas Kaki Casual Pria
  2. Alas Kaki Casual Wanita
  3. Alas Kaki Sport
  4. Alas Kaki Anak – anak

UANG PEMBINAAN :
Total  Rp. 40.000.000,-

TEMA :
“DEEP OCEAN”

TUJUAN LOMBA DESAIN ALAS KAKI :
  1. Meningkatkan iklim kompetisi dan kepedulian desainer untuk menciptakan desain Alas Kaki yang Inovatif.
  2. Meningkatkan keanekaragaman jenis desain Alas Kaki.
  3. Mendukung pengembangan program Cluster Industri alas kaki Nasional.
  4. Merancang Inovasi Desain Alas Kaki yang ditinjau dari bahan, pengerjaan, jenis gambar, grafis, estetika, aksesoris, dan lain-lain.

TAHAPAN LOMBA :
  1. Sosialisasi Lomba desain 1 Februari s/d 19 Juli 2013
  2. Pendaftaran peserta, 1 Februari s/d 19 Juli 2013
  3. Penyerahan desain ke sekretariat lomba 1 Februari s/d terakhir 19 Juli 2013 Jam 23.59 WIB
  4. Penjurian tahap I, 25 Juli 2013
  5. Pengumuman nominasi, 27 Juli 2013
  6. Pembuatan dan Penyerahan Prototype ke sekretariat lomba dilaksanakan, 27 Juli s/d 24 September 2013
  7. Penjurian tahap II, 02 Oktober 2013
  8. Pengumuman pemenang, 04 Oktober 2013
  9. Penyerahan hadiah  + Piala lomba, 03 November 2013

SYARAT UMUM :
  1. Hasil karya orisinil, bukan tiruan dari hasil produk lain.
  2. Karya belum pernah diikutsertakan lomba/dipublikasikan.
  3. Tercatat sebagai pelajar, mahasiswa/I PTN/PTS atau karyawan perusahaan industri alas kaki besar, menengah, kecil dan masyarakat umum.
  4. Perorangan maupun kelompok (maks 3 Org/kelompok)
  5. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu karya desain
  6. Tim juri dan anggota panitia tidak diperkenankan mengikuti lomba.

KETENTUAN LOMBA : 
  1. Hasil karya (desain) lomba dapat berupa :
    1. Media kertas gambar (hard copy)
      Gambar dilengkapi penjelasan konsep desain (storyboard), teknik gambar bebas (tampak samping/ potongan/ detail/ perspektif) & menjadi satu lembar kertas ukuran A3 ( 297×420 mm).
    2. Media file digital (Soft copy)
      hasil scan desain/ olah gambar digital Corel Draw, Photoshop, Illustrator, atau software pengolah “grafis” yang lain, dengan ukuran A3 (297×420 mm) resolusi 300 dpi format JPG/PDF/TIFF.
    3. Produk jadi Alas Kaki
      dilengkapi dengan penjelasan sesuai dengan point 1.a.
  2. Semua Karya dikirim beserta formulir pendaftaran & Fotocopy KTP/SIM ke sekretariat lomba. Khusus untuk file soft copy  dikirim melalui e-mail : lomba.bpipi@yahoo.com.
  3. Karya Desain yang masuk nominasi  atau lolos seleksi tahap ke I, diwajibkan untuk membuat prototypenya untuk mengikuti seleksi tahap ke II
  4. Karya pemenang lomba menjadi hak milik panitia.
  5. Pemenang lomba masing-masing kategori mendapatkan kesempatan untuk diikutkan dalam lomba Internasional.
  6. Contoh layout bisa dilihat di beranda depan (Home) atau di tautan berikut Contoh Layout.

SEKRETARIAT LOMBA  :
BPIPI (Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia)
Komplek Pasar Wisata, Kendensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur 61272
Telp : (031) 8855149 fax. : (031) 8855149
E-mail : lomba.bpipi@yahoo.com

KONTAK PERSON :
Nanang D. S       : 081 231 652 215
Ruruh Satriyo      : 0857 2541 6240
Totok Marjiyanto : 081 3273 59040
 
DOWNLOAD FORMULIR DAN BROSUR SILAKAN KLIK DI BAWAH INI :
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Penilai Internal Program Penelitian Perguruan Tinggi


Penilai internal perguruan tinggi melakukan seleksi proposal sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Ditlitabmas.  Penilai  internal perguruan tinggi harus memenuhi sejumlah persyaratan. Adapun persyaratan Penilai Internal Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.
a. Mempunyai tanggungjawab, berintegritas, jujur, mematuhi kode etik penilai, dan sanggup melaksanakan tugas-tugas sebagai penilai.
b.  Berpendidikan Doktor.
c.  Mempunyai jabatan fungsional serendah-rendahnya Lektor.
d. Berpengalaman dalam bidang penelitian sedikitnya pernah dua  kali sebagai ketua peneliti pada  penelitian kompetitif nasional  dan atau pernah mendapatkan penelitian berskala internasional.
e. Berpengalaman dalam publikasi ilmiah pada jurnal internasional dan atau nasional terakreditasi sebagai “first author” atau “corresponding author”.
f. Berpengalaman sebagai pemakalah dalam seminar ilmiah internasional dan atau seminar ilmiah nasional.
g.  Pengalaman dalam penulisan buku ajar dan HKI merupakan nilai tambah.
h. Berpengalaman sebagai mitra bestari dari jurnal ilmiah internasional dan atau jurnal ilmiah nasional dan atau sebagai pengelola jurnal ilmiah dapat merupakan suatu nilai tambah.
 
Mekanisme Pengangkatan Penilai Internal Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.
a. Lembaga penelitian mengumumkan secara terbuka penerimaan calon  penilai  penelitian internal perguruan tinggi.
b. Calon penilai mendaftarkan diri atau didaftarkan oleh pihak lain ke lembaga penelitian.
c. Seleksi penilai  didasarkan pada kriteria tersebut di atas sesuai dengan bidang keahlian yang diperlukan.
d. Lembaga penelitian mengumumkan hasil seleksi  penilai  penelitian atau internal secara terbuka.
e.  Penilai  internal ditetapkan dengan SK Rektor/Direktur/Ketua perguruan tinggi dengan masa tugas satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

f.  Perguruan tinggi wajib menyampaikan nama-nama  penilai  internalnya ke Ditlitabmas dengan mengunggah SK penetapan penilai ke SIM-LITABMAS.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI PERGURUAN TINGGI

 Sejalan dengan perannya sebagai fasilitator, penguat, dan pemberdaya, Ditjen Dikti berupaya mengawal kualitas penelitian  dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi. Pengelolaan penelitian  dan pengabdian kepada masyarakat  di perguruan tinggi diarahkan
untuk:
a.  mewujudkan keunggulan penelitian  dan pengabdian kepada masyarakat  di perguruan tinggi;
b.  meningkatkan daya saing perguruan tinggi di bidang penelitian  dan pengabdian kepada masyarakat pada tingkat nasional dan internasional;
c.  meningkatkan angka partisipasi dosen dalam melaksanakan penelitian  dan pengabdian
kepada masyarakat yang bermutu;
d.  meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian  dan pengabdian kepada masyarakat  di perguruan tinggi; 
e.  mendukung potensi perguruan tinggi untuk menopang pertumbuhan wilayah sekitar Perguruan Tinggi.
Program Hibah Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Program hibah penelitian di Perguruan Tinggi dibagi kedalam dua kelompok, yaitu  Penelitian Desentralisasi dan Penelitian Kompetitif Nasional,  yang diuraikan sebagai  berikut.
a.  Hibah Penelitian Desentralisasi meliputi:
1.  Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT);
2.  Penelitian Hibah Bersaing (PHB);
3.  Penelitian Fundamental (PF);
4.  Penelitian Tim Pascasarjana (PPS);
5.  Penelitian Kerjasama antar Perguruan Tinggi (PEKERTI);
6.  Penelitian Disertasi Doktor (PDD); dan
7.  Penelitian Dosen Pemula (PDP).
b.  Hibah Penelitian Kompetitif Nasional meliputi:
1.  Penelitian Unggulan Strategis Nasional (PUSNAS);
2.  Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (RAPID);
3.  Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional (KLN);
4.  Penelitian Kompetensi (HIKOM);
5.  Penelitian Strategis Nasional (STRANAS); dan
6. Penelitian  Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia  (MP3EI).
Berbeda dengan hibah penelitian, Ditlitabmas mengelola semua hibah pengabdian kepada
masyarakat yang terdiri atas tujuh skema, yaitu:
a.  Ipteks bagi Masyarakat (IbM);
b.  Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK);
c.  Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE);
d.  Ipteks bagi Inovasi Kreativitas Kampus (IbIKK);
e.  Ipteks bagi Wilayah (IbW);
f.  Ipteks bagi Wilayah antara PT-CSR atau PT-Pemda-CSR (IbWPT); dan
g.  Hibah Hi-Link.
Ketentuan Umum
Pelaksanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus mengacu pada  standar penjaminan mutu  penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi.  Berkenaan dengan hal tersebut, Ditlitabmas menetapkan ketentuan umum pelaksanaan  program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diuraikan sebagai berikut.
a. Ketua peneliti/pelaksana adalah dosen tetap perguruan tinggi yang mempunyai Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) yang terdaftar dalam Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang tersedia di: http://pdpt.dikti.go.id  atau http://evaluasi.dikti.go.id. 
b. Anggota peneliti/pelaksana adalah dosen yang harus mempunyai NIDN, sedangkan anggota peneliti/pelaksana bukan dosen harus mengisi form kesediaan.
c.  Proposal diusulkan melalui Lembaga  Penelitian dan atau  Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat  dan pimpinan tertinggi perguruan tinggi  tempat dosen tersebut bertugas secara tetap di perguruan tinggi bersangkutan yang dikirim ke  Ditlitabmas  dengan cara diunggah melalui SIM-LITABMAS (http://simlitabmas.dikti.go.id).
d.  Pada tahun yang sama setiap peneliti hanya boleh terlibat dalam 1 (satu) judul penelitian atau pengabdian sebagai ketua dan 1 (satu) judul sebagai anggota, atau sebagai anggota  didalam usulan proposal maksimum  pada 2 (dua) skema yang berbeda, baik program Hibah Penelitian Desentralisasi, Hibah Penelitian Kompetitif Nasional maupun hibah pengabdian kepada masyarakat.
e.  Apabila penelitian atau pengabdian yang dihentikan sebelum waktunya akibat kelalaian peneliti/pelaksana atau terbukti mendapatkan duplikasi pendanaan penelitian atau pengabdian atau mengusulkan kembali penelitian atau pengabdian yang telah didanai sebelumnya, maka ketua peneliti/pelaksana tersebut tidak diperkenankan mengusulkan penelitian atau pengabdian yang didanai oleh Ditlitabmas selama 2 (dua) tahun berturut-turut dan diwajibkan mengembalikan dana penelitian atau pengabdiannya ke kas negara.
f.  Lembaga Penelitian dan atau  Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat  perguruan tinggi diwajibkan untuk melakukan kontrol internal terhadap semua kegiatan pengelolaan penelitian dan pengabdian dengan mengacu kepada  sistem  penjaminan  mutu  yang berlaku di masing-masing perguruan tinggi.
g.  Lembaga Penelitian dan atau  Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat  perguruan tinggi yang tidak  melaksanakan poin  f  tidak akan diikutkan dalam program pemetaan kinerja penelitian atau pengabdian kepada masyarakat tahun berikutnya.
h.  Peneliti atau pelaksana pengabdian kepada masyarakat yang tidak  berhasil  memenuhi luaran (output)  yang dijanjikan pada proposal  akan  dikenai sanksi, yaitu yang bersangkutan  tidak diperbolehkan  untuk  mengajukan usulan baru sampai dipenuhinya output yang dijanjikan.
i. Penggunaan dan pertanggungjawaban dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat mengacu kepada aturan yang berlaku.


Facebooktwittergoogle_plusreddit